Kamis, 16 Juni 2011

Menjemput Indahnya Pelangi di Lereng Merapi Sumatera Barat (2-3 April 2011)

Sempat ragu saat mbak Meilan sms mengajakku mendaki G.Merapi bersama kawan-kawan Arkeolognya. Hal ini karena tanggal 14 April aku sudah berencana akan menjejakkan mimpiku di Rinjani bersama kawan-kawan dari Jakarta, masalahnya adalah adalah aku belum mempersiapkan fisik maupun logistik. Uwaaa..galauu tingkat tinggi..

Namun sayang pula di sia-siakan karena saat tahun baru 2011 pendakianku ke Merapi hanya sampai kawah, belum sampai puncak Merpati dikarenakan kabut yang turun. Selang dua hari kemudian akhirnya ku “iya” kan ajakan mbak Meilan. Hitung-hitung pemanasan sebelum ke Rinjani hehehe. Walaupun sempat ada kekhawatiran fisik yang bakal ngedrop seperti pendakian Merapi sebelumnya (ga ada pemanasan fisik plus paling gak kuat kalo diajak mendaki marathon sehari semalam)... Ahh cuek sajalah... Bismillahirrohmanirrohim...

Sabtu, 2 April 2011

Aku berangkat ke Batusangkar . Di Batusangkar inilah mbak Meilan bekerja selama 3 bulan mengajar bahasa bersama gabungan Arkeolog Internasional yang sedang mengadakan penelitian situs purbakala di bukit Damar Pagaruyung Batusangkar...toeng..toeng... jadi pendakian kali ini akan bersama bule-bule itu ...omaigat...jalanku kan lelet..piye iki??ahahha ...auk ahh gelap..

13.00 WIB, kurang lebih setelah 3 jam, travel yang kutumpangi dari padang sampai di Batusangkar. Aku langsung menuju SDN 09 Batusangkar untuk bertemu mbak Meilan yang sedang menemani dua anak Mrs.Mei Lin belajar menari tarian Sumatera Barat, tari piring. Langsung aku ikut bergabung menari bersama mereka hehhee..Ini kali pertamaku belajar menari tari piring.

Sore harinya kami menuju Homestay tempat tinggal mereka. Di sana aku dikenalkan pada teman-temannya nya. Pada pendakian ini tidak semua akan ikut, Hanya beberapa saja yaitu aku, mbak meilan, mas Azwar, Mei Lin, Annika, Johannes, Killian, Veronic serta Annisa mahasiswi Indonesia. Tak banyak bercakap-cakap dengan mereka. Mereka banyak menggunakan bahasa Jerman dan Inggris. Kalo bahasa Inggris ngertilah sakethek-sakethek. Kalo bahasa Jerman..ahahaha angkat tanga saya. Mereka benar-benar baik dan ramah.

Selepas Magrib, kami packing keperluan untuk mendaki...seperti biasa...aku membawa cariel 60 L ku...perasaan barang yang kubawa sedikit..bahkan banyak ruang tersisa di dalam carriel. Tapi tetap saja terasa berat... *hammer (>.<”!) uppfft...

20.00 WIB, kami meluncur ke basecamp Merapi di Kotobaru. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 1,5 jam dari Batusangkar. Sesampai di Pos Pemancar, sudah ramai pendaki lokal yang sedang mengurus registrasi.

22.00 WIB kami ditambah 2 ranger Merapi yaitu bang Ef Kendil dan bang Iway memulai pendakian.Cuaca cerah, angin sepoi-sepoi, bintang yang bertaburan di langit, dan cahaya bulan sangat membantu penglihatan kami malam itu. Setengah jam berjalan sampailah kami di pos pesanggrahan. Di sini dapat ditemui bangunan berupa rumah panggung. Pada malam tahun baru 2011 lalu, pos ini dijadikan pos registrasi dan pemeriksaan pendakian. Setelah ini masuk jalur hutan dan hanya ditemui shelter-shelter.

Perjalanan kami lanjutkan,,.memasuki pintu hutan jalur masih landai dan banyak terdapat tanah lapang yang sering digunakan sebagai camping ground. Di sini pulalah terdapat sumber air berupa rembesaan air di sungai kering berbatu.

Tap..tap..tap...kami berjalan di tengah kesunyian hutan Marapi. Bule-bule ini dengan sabarnya menyamai langkahku, anisa dan mbak Meilan..padahal aku yakin mereka bisa melangkah lebih cepat lagi. O iya ini adalah pendakian pertama bagi mbak Meilan dan Annisa. Semangat!! (^_^)/

lebih dari tiga jam kami berjalan. Ranselku terasa semakin berat. Killian menawarkan untuk bertukar dengan daypacknya dlam bahasa Inggris...tapi aku menolak halus,,,haduuuhhh masak iya ranselku dibawain .Bagaimanapun, barangku adalah tanggung jawabku. Jangan sampai merepotkan kawan seperjalanan pikirku. Kelak aku pun akan kemakan gengsiku ini hihihi..

terus melangkah *tepatnya udah ngesot* dalam hati ku berpikir tahun baru kemaren saja aku bisa bertahan dengan keril dipunggungku sampai puncak padahal bebannya lebih berat karena ada tenda saat itu. Masak sekarang dengan beban yang lebih ringan tak mampu... ‘’owhh..tidak bisa’’ ucapku dalam hati. Tapi apa daya...kaki ku makin lama makin lemas...bang Kendil yang menyadari langsung menyuruhku melepaskan carriel, kebetulan dia tak membawa beban. Jeng..jeng...maka jadilah tuh ransel berpindah punggung...ahaha...terasa ringan melangkah...*uwaaa jad gak enak hati...

Tak berapa lama kemudian mbak meilan terlihat ngedrop. Berkali-kali langkahnya tersuruk..tanpa pikir panjang aku yang merasa sudah agak fit segera mengambil daypack mbak meilan.Kini berpindah punggunglah daypack itu.

Waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB...vegetasi sudah terlihat berkurang..ini berarti kami hampir tiba di wilayah cadas (batas vegetasi)... namun cuaca berubah...angin semakin lama semakin kencang, kabut turun dan ouw..ouw...hujan rintik rintik...tak kurang setengah jam kabut tebal sudah menyelimuti. Kami memutuskan mencari tempat datar untuk mendirikan tenda dan beristirahat...uwaaa..dingin sangat. Para wanita tidur di dalam tenda.sementara para pria memasang flyshit di luar.

Pukul 05.00 terbangun. Aku, mbak meilan dan anisa melaksanakan sholat subuh. Rencana untuk mengejar sunrise gagal. Di luar tenda angin masih menderu-deru..kabut pun masih tebal. Kami memutuskan menunggu cuaca membaik. Setidaknya sampai matahari muncul.

Pukul 06.00 kami memutuskan untuk summit attack..kabut mulai menipis. Meninggalkan barang-barang yang tak begitu penting dalam tenda.kami pun berangkat.Dari batas vegetasi ini, jalur didominasi batuan dan kerikil..jalur sangat jelas terlihat. Cuaca sempat cerah sebentar. Kabut disertai hujan rintik-rintik turun sesekali. Sebentar-bentar berhenti untuk mengambil nafas dan menormalkan detak jantung yg berdebar cepat. Saat membalikkan badan..waoooww..Subhanallah...terlihat pelangi dengan background G. Singgalang dan G. Tandiket. Ini adalah pendakian kali kedua ku melihat pelangi. Sebelumnya di Merbabu November tahun lalu. Tapi tidak sebesar ini.

Kami terus berjalan sambil sesekali menengok belakang untuk melihat pelangi itu... Subhanallah... Pelanginya.. makin lama semakin jelas... semakin besar... Semakin bulat membentuk setengah lingkaran di atas G.Singgalang dan G.Tandiket. uwaahh.. sulit diungkapakan dengan kata-kata kawan. Pokoknya Pelangi yang ini benar-benar seperti yang tergambar di buku dongeng. Ahaha..aku langsung membayangkan bidarai-bidadari kayangan yng sedang turun ke bumi meluncur di Pelangi itu..hihihi dongeng masa kecil

rainbow

rainbow

Johannes, Killiant, Annika, Bang Iswar, dan annita tak henti-hentinya memotret dengan kamera SLR mereka Sementara aku dan mbak meilan melongo...iyyak..benar dugaan kalian kawan.... kami tak membawa kamera ouw...ouw...siapa mengira akan menjumpai pelangi seindah itu di sini??

Kuamati benar-benar pelangi itu. Kurekam dalam memori otak dan hatiku yang tak terbatas pada Giga maupun Terrabytes. Benar kan kawan? Hemm... perasaan saat melihat pelangi itu akan kuingat selalu...apa yah namanya ini...

Tak sampai 2 jam kami berjalan sampailah kami di puncak Merapi. Berupa dataran yag luas penuh bebatuan dan kerikil. Mirip puncak Mahameru tapi lebih luas lagi kawan. Di sini terdapat tugu Abel. Memoriam pendaki yang meninggal di sini. Tak lama di sini, kami langsung berjalan menuju kawah melewati segara wedi yang lumayan luas juga hehe. Sampailah kami di kawah aktif Merapi.

Tak lama di sini hujan rintik-rintik turun.kami segera mengenakan raincoat. Semua hanya diam menikmati pemandangan berkabut. Saat kulihat Johannes dan Killiant berjalan menuju Puncak Merpati, aku pun segera menyusul mereka. Sementara mbak Meilan dan yang lain tinggal. Di tengah jalan, ABG- ABG yang juga sedang mendaki Merapi meminta berfoto bersama johannes. Johannes dengan ramah meng-iyakan..hihihi. Untuk menuju puncak merpati ini kita hanya perlu melipir ke sebelah kanan kawah.

Kurang dari 15 menit kami sampai d puncak Merpati yang merupakan puncak sejati Merapi (2.819 mdpl). Keadaan puncak cukup sempit. Hanya muat untuk 10 orang mungkin. Dari sini kita dapat melihat D.Singkarak, dan taman edelweiss. Saat di puncak ini kebetulan cuaca sedang cerah.Wew...diam dan terpesona. Tak berapa lama, bang izwar dan Annika menyusl pula ke puncak merpati, diikuti mbak Meilan, Mei Lin,Veronic, Annisa, bang iway, dan bang Kendil. Hehehe.. Horeee.. akhirnya kami semua bisa ke puncak Merpati.

kawah aktif Merapi

We did it !!

Merpati peak

D.Singkarak dari puncak Merpati

Waktu menunjukkan pukul 09.00 WIB saat kami memutuskan untuk turun karena kabut mulai turun. Kabut makin pekat. Visibility tak sampai 10 meter. Kami sempat kebingungan mencari jalan turun. Tapi syukurlah ketemu. tak sampai 1 jam kami sudah tiba di tempat mendirikan tenda. Beristirahat sambil makan bekal yang telah kami bawa untuk mengganti kalori yang terbuang. Setelah itu, kami segera packing dan bersiap turun. Johannes dan Killian telah lebih dulu turun disusul aku, veronic, mbak Meilan, Mei Lin, Anika dan bang Kendil. Sementara Annisa berjalan perlahan di belakang karena sudah terlampau kelelahan ditemani bnag Iway. Mumpung tenaga masih full karena baru saja diisi kalori, aku dan veronica setengah berlari mengejar Johannes dan Killian. Tapi tetap tak terkejar. Karenamerasa jarak dengan rombongan terlalu jauh, kami meenunggu sambil beristirahat. tak lama kemudian Mbak Meilan dan yng lain sudah nampak. Ouw..ouw.. dan Johannes dan Killian ada bersama mereka. Aku dan Veronica saling berpandangan keheranan. Bagaimana bisa ? Tapi kami diam saja dan melanjutkan perjalanan.

Hutan G.Merapi

Sebentar-sebentar beristirahat untuk merilekskan kaki yang semakin lemas saja rasanya. Aku bercerita kepada mbak Meilan tentang keanehan tadi. Mbak Meilan pun menanyakan hal tersebut pada Johannes dan Killian. Ternyata mereka tadi salah jalur dan kembali lagi ke atas. Karena itulah mereka yang tadinya di depan ku dan veronica berbalik menjadi di belakang kami. Kami pun tertawa..ahahha sudah berpikiran yang aneh-aneh saja aku ini. Dan kami pun melanjutkan perjalanan.Johannes, Killian, annika, Veronic dan Meilin melesat turun. Sementara aku, mbak Meilan dan mas azwar tetap dengan berjalan model Keong. Ahahha..benar-benar tenaga habis. Kami hanya ketawa-ketiwi saja menertawakan diri sendiri. Pukul 14.00 kami tiba di pos pesanggrahan. Beristirahat sambil menunggu Annisa dan Bang iway yang sampai sejam kemudian. Kami pun segera turun ke Pos Pemancar.

Di pos Pemancar, mobil jemputan dan kawan-kawan yang lain telah menunggu. Kami pun segera naik. Aku turun di Koto Baru untuk melanjutkan pulang ke Padang. Sedangkan mbak Meilan dan kawa-kawan kembali ke Batusangkar. Tak lupa pamit dan mengucapkan terimakasih kepada mereka

Satu lagi perjalanan yang terlewati. Cerita baru, kawan baru, kenangan baru. Thanks god...Thanks guys...Nice Trip...Amazing rainbow...

Annika & d'Rainbow

Yippie!!congratulation!!!

(ki-ka) atas : Meilan-Siska ; bawah: Veronic-Mei Lin- Johannes-Annisa-Annika-Azwar

johannes in d'fog

all photos were taken by :Azwar Sutihat & Annika Hotzan-Tchabashvili

Tidak ada komentar:

Posting Komentar